1. Temukan ukuran permukaan area dan kapasitas volume air kolam. Kolam renang tersedia dalam beragam bentuk. Namun, ada dua jenis yang umum: segiempat dan lingkaran. Bergantung pada kolam yang dibeli, pastikan Anda menghitung ukurannya memakai rumus matematika yang tepat.[1]
Luas kolam segiempat bisa dihitung dengan mudah memakai rumus Luas = Panjang x Lebar.
Jika kolam Anda berbentuk lingkaran (biasanya pada bak mandi panas atau kolam renang anak-anak), luasnya bisa dihitung memakai rumus Luas = 3,14 x radius^2
Anda bisa menghitung luas kolam sendiri, tetapi apabila kolam baru saja dibeli, seharusnya ukurannya diberikan saat itu juga.
2. Temukan volume maksimum kolam. Langkah berikutnya adalah mencari volume kolam untuk mengetahui banyaknya air yang bisa disalurkan melalui filter selama semenit. Hal ini disebut flowrate. Ukuran flowrate beragam tergantung jenis kolam yang dimiliki. Pastikan Anda turut memperhitungkan hal ini untuk memaksimalkan filter yang akan digunakan.
Untuk memperoleh volume kolam, bagikan volume air maksimal yang mampu ditampung kolam (Anda bisa mengetahuinya ketika membeli kolam) dengan 360. Hasilnya adalah banyaknya air dalam satuan liter yang melalui filter dalam satu menit.
Sebaiknya dapatkan filter yang agak lebih besar untuk kolam demi memperoleh efisiensi maksimal.
Jika flowrate filter terlalu besar dan tekanan operasionalnya terlalu tinggi, Anda bisa memperbesar ukuran pipa pada sebagian atau seluruh sistem pemipaan, dan hal ini akan mengurangi tekanan operasional sistem.
Semua filter memiliki flowrate minimum dan maksimum yang harus disesuaikan dengan kapasitas pompa. Kalau flowrate terlalu lemah atau kuat, filter tidak akan beroperasi dengan baik. Pastikan filter yang diperoleh bisa menangani jumlah air di kolam Anda.

3. Tentukan tingkat turnover kolam. Artinya, Anda perlu mengetahui seberapa lama waktu yang dibutuhkan air untuk melakukan satu siklus penuh melalui filter. Sebagian besar kode kesehatan pemerintah mengharuskan filter memiliki tingkat turnover minimum sebanyak dua perputaran air penuh dalam waktu 24 jam.
Tingkat turnover minimum adalah yang memutarkan seluruh air kolam dalam waktu 12 jam. Kolam zaman sekarang lazimnya memiliki tingkat turnoversebesar 8-10 jam.
Apabila kolam akan dipakai secara komersial, semikomersial, atau perlu sering diputar, sebaiknya pilih filter yang memungkinkan Anda memutar keseluruhan volume air minimal 4 kali per 24 jam.
4. Pilihlah filter yang tepat. Ukuran filter yang benar bergantung pada ukuran kolam. Untuk memelihara kejernihan air yang baik, Anda harus menyalalkan pompa setiap hari sehingga semua air kolam diputar. Semua filter memiliki peringkat desain liter per menit dan tingkat turnover.
5. Pertimbangkan seberapa banyak resistansi air yang akan dapat memengaruhi tingkat turnover kolam. Semakin cepat air bergerak melalui pompa, semakin besar resistansi yang dimiliki.
Pilih filter yang minimal akan memutar air kolam dalam 10 jam. Untuk filter, sebaiknya pilih ukuran yang lebih besar. Filter yang lebih besar akan membantu menjaga kejernihan air.
Jangan lupa bahwa semakin cepat air bergerak melalui sistem pemipaan, semakin besar resistansi dalam mengalirkan air. Artinya, pompa yang lebih pelan seperti setelan kecepatan rendah pada pompa dua kecepatan (2-speed pump) memiliki peningkatan aliran per unit daya pada kecepatan rendah, lawan opsi kecepatan tingginya. Ketahui bahwa kebanyakan setelan kecepatan rendah pada pompa dua kecepatan tidak akan memenuhi aliran minimal yang dibutuhkan filter untuk berfungsi normal.
6. Gunakan semua informasi yang dikumpulkan terkait kolam untuk menemukan ukuran filter paling cocok. Seharusnya Anda bisa memakai persamaan sederhana tanpa banyak masalah. Sebelum memasukkan semua varisaabel, pastikan ukuran volume (dalam liter) yang benar dan tentukan tingkat turnover ideal untuk semua air yang diputar melalui filter. Persamaan yang digunakan untuk menghitung ukuran filter adalah:
Kapasitas kolam dalam liter dibagi tingkat turnover dalam jam.
Anda akan memperoleh aliran minimal yang dibutuhkan dalam liter/m (liter per menit).
Bagikan hasilnya dengan 60 untuk memperoleh liter/m.
Temukan pompa yang sesuai dengan liter/m yang dihitung


